Advertisements

Saham Margin dan Saham Short Selling

Saham Margin dan Short SellingDalam bertransaksi saham di Bursa Efek Indonesia, investor dapat melakukan berbagai jenis transaksi diantaranya adalah transaksi Marjin dan transaksi Short Selling. Transaksi ini berbeda dengan transaksi seperti biasanya dan hanya diperbolehkan terhadap beberapa saham saja yang tercatat di bursa.

Transaksi diatas diatur dalam Keputusan PT Bursa Efek Indonesia PERATURAN NOMOR II-H TENTANG PERSYARATAN DAN PERDAGANGAN EFEK DALAM TRANSAKSI MARJIN DAN TRANSAKSI SHORT SELLING.

Menurut peraturan diatas, Transaksi Marjin adalah “transaksi pembelian Efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh Perusahaan Efek”. Sementara untuk efek yang dapat ditransaksikan disebut dengan efek margin.

Sedangkan Transaksi Short Selling adalah “transaksi penjualan Efek dimana Efek dimaksud tidak dimiliki oleh penjual pada saat transaksi dilaksanakan”. Sementara efek yang dapat ditransaksikan disebut dengan efek short selling.

Efek Margin dan Short Selling ditentukan berdasarkan kriteria tertentu diantaranya :

A. Efek tersebut telah tercatat di Bursa selama 6(enam) bulan atau lebih, maka:

1. Efek tersebut ditransaksikan di Bursa dengan rata-rata nilai transaksi harian di Pasar Reguler dalam 6 (enam) bulan terakhir minimal adalah Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah).
2. Minimal nilai transaksi harian di Pasar Reguler adalah Rp 1.000.000.000,- (satu miliar rupiah).

B. Efek tersebut telah tercatat di Bursa kurang dari 6(enam) bulan, maka:

1. Efek tersebut ditransaksikan di Bursa dengan rata-rata nilai transaksi harian di Pasar Reguler minimal mencapai Rp50.000.000.000,- (lima puluh miliar rupiah) untuk periode sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sejak dicatatkan hingga periode review oleh Bursa;
2. Minimal transaksi harian Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah).

C. Efek tersebut harus ditransaksikan setiap Hari Bursa, kecuali Efek tersebut dikenakan suspensi paling lama 10 (sepuluh) Hari Bursa dalam jangka waktu:

1. 6 (enam) bulan terakhir untuk Efek yang tercatat selama 6 (enam) bulan atau lebih; atau
2. sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sejak tercatat hingga periode review, untuk Efek yang tercatat kurang dari 6 (enam) bulan.

D. Price Earning Ratio (PER) tidak lebih dari 3 (tiga) kali market PER.

E. Kapitalisasi pasar dari saham dengan kepemilikan di bawah 5% (lima perseratus) dari jumlah saham tercatat lebih besar dari Rp1.000.000.000.000,- (satu triliun rupiah) berdasarkan data akhir bulan dalam periode data review.

F. Jumlah pemegang saham sekurang-kurangnya 600 (enam ratus) pemegang saham berdasarkan data akhir bulan selama periode data review.

G. Khusus untuk Transaksi Short Selling total saham dengan kepemilikan di bawah 5% (lima perseratus) dari jumlah saham tercatat minimal 20% (dua puluh perseratus) yang dihitung selama:

1. 6 (enam) bulan terakhir hingga periode review oleh Bursa untuk Efek yang telah tercatat di Bursa selama 6 (enam) bulan atau lebih di Bursa.
2. sekurang-kurangnya 3 (tiga) bulan sejak tercatat hingga periode review oleh Bursa untuk Efek yang telah tercatat di Bursa kurang dari 6 (enam) bulan.

Bursa juga menetapkan efek yang dapat dijadikan jaminan, dengan ketentuan sebagai berikut :

1. Saham-saham yang dapat ditransaksikan Efek Marjin dan atau Efek Short Selling.
2. Saham-saham yang masuk dalam perhitungan Indeks LQ45
3. Obligasi Negara Republik Indonesia (terlampir dalam Kep. PT BEI No. II H)
4. Obligasi korporasi dengan rating minimum setara A+ (terlampir dalam Kep. PT BEI No. II H)

Daftar Efek marjin dan Short Selling akan diperbaharui setiap akhir bulan oleh bursa. Jika dalam perjalanan terdapat informasi material yang terkait dengan suatu Efek Marjin, Efek Short Selling dan atau Efek Jaminan yang kemungkinan dapat mempengaruhi integritas dan atau likuiditas pasar, Bursa melakukan review dan selanjutnya dapat menetapkan untuk tidak dicantumkan atau dikeluarkan dari daftar efek MArjin dan Short Selling.

Bursa juga berwenang untuk tidak menerbitkan daftar Efek Marjin, Efek Short Selling dan atau Efek Jaminan serta mengumumkan kepada publik dan melaporkan kepada Bapepam dan LK pada Hari Bursa yang sama jika terjadi peristiwa material yang mempengaruhi kondisi seluruh Efek yang tercatat di Bursa.

Dalam menetapkan Efek Marjin, Efek Short Selling dan atau Efek Jaminan, bursa dapat meminta pertimbangan kepada Komite Perdagangan.

Untuk Mekanisme perdagangan Efek dalam Transaksi Marjin dan Transaksi Short Selling dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Bursa.

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s