Advertisements

Batas Kenaikan dan Penurunan Saham (Autoreject Saham)

Auto Reject Saham

Dalam Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, sering terjadi kenaikan dan penurunan saham yang tidak wajar, sehingga ada peraturan mengenai batas penawaran jual atau permintaan beli di Bursa (Auto Rejection) agar perdagangan berjalan dengan wajar.

Pengertian Auto Rejection adalah penolakan secara otomatis oleh JATS terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah Efek Bersifat Ekuitas yang ditetapkan oleh Bursa.

Sesuai dengan peraturan bursa, batas Autorejection adalah sebagai berikut:

  1. Harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih kecil dari Rp50,- (lima puluh rupiah)
  2. Harga penawaran jual atau permintaan beli yang dimasukkan ke JATS  lebih dari 35% (tiga puluh lima perseratus) di atas atau di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga Rp50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan Rp200,- (dua ratus rupiah)
  3. Harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) di atas atau di bawah acuan Harga untuk saham dengan rentang harga lebih dari Rp200,- (dua ratus rupiah) sampai dengan Rp5.000,- (lima ribu rupiah).
  4. Harga penawaran jual atau permintaan beli saham yang dimasukkan ke JATS lebih dari 20% (dua puluh perseratus) di atas atau di bawah acuan Harga untuk saham dengan harga di atas Rp5.000,- (lima ribu rupiah).

Acuan Harga pada poin 2-4 yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah di Pasar Reguler dan Pasar Tunai atas saham yang dimasukkan ke JATS berdasarkan pada:

  1. Harga Pembukaan di Pasar Reguler untuk perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai;
  2. Harga Previous apabila Harga Pembukaan tidak terbentuk;
  3. Harga Teoritis Hasil Tindakan Korporasi untuk saham Perusahaan Tercatat yang melakukan Tindakan Korporasi; atau
  4. Harga perdana untuk saham Perusahaan Tercatat yang pertama kali diperdagangkan di Bursa.

Sebagai catatan, bahwa Penerapan Auto Rejection untuk perdagangan saham hasil Penawaran Umum yang pertama kali diperdagangkan di Bursa (perdagangan perdana) ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan Auto Rejection.

Dalam pelaksanaan perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, maka JATS akan melakukan Auto Rejection, apabila volume penawaran jual atau permintaan beli Efek Bersifat Ekuitas lebih dari 50.000 (lima puluh ribu) lot atau 5% (lima perseratus) dari jumlah Efek yang tercatat di Bursa (mana yang lebih kecil).

*Berlaku mulai 6 Januari 2014

Sumber: BEI, diolah

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s