Advertisements

Buyback Saham Oleh Emiten Tanpa RUPS?

Buyback Saham adalah aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten dalam rangka membeli kembali saham perusahaan dengan terlebih dahulu disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Saham hasil buyback secara akuntansi masuk kelompok treasury stock. Saham-saham tersebut dapat dijual kembali saat harga tinggi.

Namun, pada Agustus tahun 2013, Bursa Saham Indonesia mengalami penurunan tajam dalam waktu singkat, Untuk mengantisipasi penurunan tersebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyederhanakan Peraturan OJK Nomor 02/POJK.04/2013 tentang “Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik dalam Kondisi Pasar yang Berfluktuasi secara Signifikan”

Menurut sumber BEI, Ketentuan ini berlaku jika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sampai 15% atau lebih selama tiga hari berturut-turut.

OJK memberi kesempatan bagi setiap perusahaan publik untuk membeli kembali sahamnya, maksimum 20% dari modal disetor. Karena bersifat darurat, pembelian kembali diperkenankan tanpa melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Meski dibolehkan tanpa mekanisme RUPS, emiten yang ikut program buyback tetap diwajibkan sebelumnya untuk
menyampaikan laporan keterbukaan informasi kepada OJK dan BEI, dilakukan paling lama tujuh hari bursa setelah terjadinya kondisi pasar yang berfluktuasisecara signifikan. Sedangkan jangka waktu buyback berlaku paling lama tiga bulan setelah persyaratan transparansi dipenuhi emiten bersangkutan.

Sementara itu, saham-saham hasil buyback diperkenankan untuk dijual kembali baik melalui bursa efek maupun di luar bursa. Namun kesempatan ini hanya bisa dilaksanakan setelah 30 hari sejak seluruh program pembelian kembali dituntaskan, atau setelah berakhirnya masa pembelian kembali yang ditetapkan 3 bulan.

Meski dibolehkan untuk dijual kembali, harga pengalihan saham hasil buyback tidak boleh lebih rendah dari harga rata-rata pembelian kembali. Jika opsi penjualan kembali direalisasikan melalui bursa efek, penjualan hanya diperkenankan melalui satu Anggota Bursa (AB). Tidak boleh lebih.

Selain itu, penjualan saham hasil buyback hanya dapat dilakukan setelah 30 menit sejak pembukaan perdagangan sampai dengan 30 menit sebelum penutupan perdagangan. Sedangkan jumlah saham yang dijual kembali dalam satu hari paling banyak 20% dari jumlah total saham yang telah dibeli kembali.

Saham yang akan dijual kembali pun tetap harus dilaporkan kepada OJK untuk memenuhi tuntutan keterbukaan informasi. Laporan tersebut harus sudah disampaikan ke OJK minimal 14 hari sebelum penjualan. Transparansi dinilai penting agar semua pelaku pasar memperoleh informasi yang setara dan memperoleh kesempatan yang sama jika ingin ikut memiliki saham hasil buyback.

Selamat Berinvestasi

Peraturan telah dihapus, sehingga setiap emiten yang akan melakukan buyback wajib disetujui oleh RUPS

Disclaimer

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s