Advertisements

Rumus Price Earning Ratio (PER)

Rumus PER (Price Earning Ratio) :

Harga Saham / EPS (Earning Per Share)

Ket: Earning Per Share (Laba Bersih Per Saham).

 

Contoh Perhitungan PER (Price Earning Ratio) :

PT XYZ Pada tahun ini membukukan Laba per saham Rp100 per saham. Harga Saham di pasar saham adalah Rp1000. maka PER PT XYZ adalah Rp1000/Rp100 adalah 10 kali.

Cara penilaian saham dengan menggunakan PER:

1. Analisa PER Saham apakah saham tersebut tergolong murah atau mahal adalah dengan membandingkan PER saham tersebut dengan perusahaan sejenis.

Contoh : Saham Bank Mandiri diperdagangkan pada harga Rp8000, dengan EPS Rp800, maka saham Bank Mandiri diperdagangkan pada PER 10 kali, sementara rata-rata PER saham bank adalah 14 kali, maka saham Bank Mandiri tergolong murah. Namun apabila EPS Bank Mandiri Rp500, maka PER sebesar 16X, sehingga untuk saat ini tergolong mahal, bagaimana jika melihat prospeknya? dapat mengunakan analisa no.2

2. Analisa PER Saham apakah saham tersebut tergolong murah atau mahal adalah dengan melihat prospek EPS atau Laba bersih saham perusahaan.

Contoh : Masih dari contoh yang diatas jika Saham Bank Mandiri diperdagangkan pada harga Rp8000 dan EPS Rp500, maka PER sebesar 16 kali (diatas rata2 perbankan sebesar 14 kali). namun setahun kemudian EPS diproyeksikan tumbuh 50% maka EPS akan menjadi Rp750/saham, maka harga tergolong murah jika harga tetap pada Rp8.000. Maka harga wajar saham Bank Mandiri bisa mencapai Rp750 X 14 = Rp10.500.

Semoga Bermanfaat

Selamat Berinvestasi

Informasi Terkait : Pengertian PBV dan Rumusnya

Advertisements

Comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s