IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) Dari Tahun Ke Tahun

Sejarah Perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Dari Tahun Ke Tahun

Tahun Penutupan Akhir tahun %
1990 417,79
1991 247,39 -40,79%
1992 274,34 10,89%
1993 588,77 114,61%
1994 469,64 -20,23%
1995 513,85 9,41%
1996 637,43 24,05%
1997 401,71 -36,98%
1998 398,04 -0,91%
1999 676,92 70,06%
2000 416,32 -38,50%
2001 392,04 -5,83%
2002 424,95 8,39%
2003 691,90 62,82%
2004 1.000,23 44,56%
2005 1.162,64 16,24%
2006 1.805,52 55,29%
2007 2.745,83 52,08%
2008 1.355,41 -50,64%
2009 2.534,36 86,98%
2010 3.703,51 46,13%
2011 3.821,99 3,20%
2012 4.316,69 12,94%
2013 4.274,18 -0,98%
2014 5.226,95 22,29%
2015 4.593,01 -12,13%
2016 5.296,71 15,32%
2017 6.355,65 19,99%
2018 6.194,50 -2,54%
2019 6.299,54 1,70%
2020* 4.649,08 -26,20%

2020* : Kamis 9 April 2020

IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) adalah indikator utama yang menggambarkan pergerakan harga saham secara menyeluruh yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Nilai indeks pertama kali adalah sebesar 100 yang ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 1982. Perhitungan IHSG menggunakan seluruh saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks. Perhitungan Indeks menggunakan metode perhitungan rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah saham tercatat.

IHSG juga memiliki berberapa fungsi antara lain sebagai :

  1. Sebagai indikator tren pasar
  2. Sebagai indikator tingkat keuntungan
  3. Sebagai tolak ukur kinerja portofolio

 

Info Terkait

Bandingkan IHSG dengan Saham Blue Chip